Tak Sadar Bunuh Diri


Bunuh Diri lagi ngetren sekarang ini.. Dari cara-cara konvensional yang pake tali gantungan di tiang atap rumah, di pohon mangga, minum racun serangga, nabrakin diri ke kereta, sampe yang lagi rame skarang ini, loncat dari gedung-gedung tinggi seperti mall or apartemen.

Kalo contoh-contoh di atas itu kasus-kasus dimana para pelaku nya emang sadar n merencanakan kalo dia emang mau bunuh diri. Cari lokasi yang pas, kadang-kadang juga nyiapin surat terakhir biar orang-orang pada tau kenapa dia bunuh diri, kalau perlu bikin keributan sampe diliput media baru loncat. Sorry, kalau terlalu kasar, tapi itulah yang terjadi di sekitar kita. Mungkin mereka memang punya problem masing-masing dan sudah tak sanggup buat menanggungnya. Sakit, hutang, malu, putus sama pasangan, dan seabrek masalah lainnya. But … please… apa dengan bunuh diri semua selesai ? Dengan bunuh diri kita hanya menyerahkan tanggung jawab yang seharusnya kita emban ke keluarga yang ditinggalkan, entah itu rasa malu atau utang segunung. Dan sebenernya pun dengan bunuh diri kita justru menambah tanggung jawab kita di akhirat kelak. So please…. don’t kill yourself. This world is full of happiness, how hard your problem is, there are little hands to help you stand and fight your problems.

And now… saya lanjutkan topik sesuai dengan judul postingan saya sekarang.. Tak Sadar Bunuh Diri…

Kalau contoh2 di atas itu pelakunya sadar kalau mau bunuh diri… ada beberapa contoh perilaku kita yang sebenarnya pun merupakan usaha bunuh diri secara tak disadari. (Buat kesamaan persepsi, bunuh diri menurut pendapat saya adalah kegiatan membahayakan diri kita sendiri yang dapat mengakibatkan kita kehilangan nyawa). Misalnya, yang sering kita lihat…. contoh gampanganya Merokok, Pake Narkoba, dan yang mau saya bahas disini, Main HP pas sedang berkendara.

Main HP pas lagi naik motor atau mobil…..

Beberapa mungkin menganggap itu hal sepele, tapi beberapa kejadian membuktikan bahwa salah satu penyebab utama kecelakaan di jalan raya adalah karena para pengemudi mengoperasikan handphone mereka pas lagi pake mobil atau motor, entah buat sms an atau telpon2an.

Jelas banget kalo kita sms an sambil nyetir, konsentrasi kita akan terpecah dua, ngeliat jalan di depan, n ngeliat layar hp. Belum lagi tangan kanan pegang setir, tangan kiri pegang hp. Saya suka dongkol pas di jalan, ada motor di depan jalan geyal geyol ga jelas, di salip ga mau, kasi jalan pun tidak. Ternyata setelah dilewatin, yang nyetir lagi maen hp. WTF !!! Sepenting itunya kah sms nya kudu dibales sambil nyetir ? Kalau tau2 ada galian di depan apa ga nyungsep tuh ? Jangan dibilang juga yang pake mobil bakal aman. Temen saya pernah sampai nabrak pohon gara2 konsentrasinya pecah gara2 pas lagi nyetir sibuk cari posisi hp nya pas ada telpon masuk. Syukurnya yang bersangkutan tidak sedang dalam kecepatan tinggi. Nah, jalan lambat aja bisa nabrak pohon, apalagi jalan pas ngebut.

Selain bahayain diri sendiri, kebiasaan maen hp pas lagi nyetir juga bisa bahayain para pengguna jalan lain. Beberapa waktu lalu sempat ditayangin di Oprah Winfrey Show soal bagaimana texting while driving menjadi salah satu ancaman yang berbahaya di jalanan. Jalan adalah Killing Field. Dalam episode tersebut Oprah juga mencanangkan “Stop Using Cell Phones In The Car“.

“It is my prayer that this show, this day will be a seminal day in your life,” Oprah says.

“Let it be the end, the end of you using a cell phone or sending a text message when you are behind the wheel of a moving vehicle. And until we as a nation decide we’re going to change that, those numbers are only going to go up.”

Bagaimana dengan di negara kita sendiri ? Untungnya Pemeritah, Polri dan DLLAJR telah tanggap dan akan memberikan tindakan tegas terhadap kebiasaan berbahaya ini. Tindakan tegas itu sudah diatur dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

Dalam UU itu, secara implisit menyatakan, menggunakan telepon genggam saat menyetir/berkendaraan akan didenda Rp 750 ribu. Aturan itu tercantum pada pasal 283 yang menyebutkan, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh riburupiah)”

Hukumannya mungkin cukup ringan, tapi setidaknya dengan demikian dapat membuat para pelaku kebiasaan ga baik ini buat berbpikir ulang dan menyadari berbahayanya menggunakan hp saat berkendara di jalan raya.

Above all, kembali ke diri kita sendiri untuk menyadari bahwa menggunakan hp saat berkendara sebenarnya merupakan contoh lain dari Bunuh Diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s