Resensi : The Jacatra Secret


Teori Konspirasi dan Pengungkapan Sejarah yang terlupakan (atau tersembunyikan) semakin  ramai jadi bahan cerita novel semenjak novel The Da Vinci Code karangan Dan Brown muncul di jagad sastra pernovelan dunia (menurut saya….😀 ). Bahkan saking menggebraknya, banyak yang berusaha mementahkan teori-teori dan data-data sejarah yang diungkap oleh Dan Brown pada novel tersebut. Sebut saja beberapa di antaranya : Cracking The Da Vinci Code. Demikian pula di Indonesia, yang pernah terjajah oleh Belanda, dimana di beberapa kota besar Indonesia banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan penjajah. Adakah misteri di balik bangunan-bangunan tersebut ? Menurut penulisnya, yakni Rizki Ridyasmara , YA !! Dan itulah yang dikupasnya dalam buku The Jacatra Secret : Misteri Simbol Satanic di Jakarta.

IMAG1119a

Novel dibuka dengan adegan dimana sebuah sekte tersembunyi melakukan ritual suci terakhirnya sebelum bersembunyi dalam gelap, karena adanya pelarangan penyebaran sekte tersebut di Indonesia, melalui sebuah surat yang diterbitkan pemerintahan Presiden Soekarno. Sekte itu, Freemansory, akhirnya menghilang…untuk sementara waktu.

Cerita pun melompat ke masa kini, pada suatu malam, seorang tokoh neolib Indonesia, Profesor Sudrajat, terbunuh di Museum Sejarah Jakarta dengan posisi akhir yang aneh, membawa polisi (AKP Luthfi Assamiri) untuk memanggil seorang pakar bahasa simbol dari Univ George Washington, Doktor John Grant, -yang kebetulan sedang berada di Jakarta untuk memberikan paparan pada Conspiratus Society di Four Seasons Hotel-, untuk memecahkan misteri dibalik posisi meninggalnya sang Professor. Doktor Grant (atau John, demikian ia lebih senang dipanggil oleh Angelina, gadis pemoderator di Four Seasons) pun merelakan waktunya di Jakarta untuk memecahkan misteri pembunuhan Prof Sudrajat. AS AT DUTCH, itulah pesan terakhir sang neolib yang ditulisnya dengan darah di tembok gerbang Museum Sejarah Jakarta.

Cerita pun mulai mengalir, menyeret beberapa tokoh lain ke dalam cerita : Drago (sang pembunuh), Sally Kostova (wanita simpanan Sudrajat) dan Kasturi (pensiunan Kopasgat, yang memiliki hobi sama dengan Grant yakni menelisik sejarah Jakarta).

Dari 438 halaman yang terjilid menjadi satu novel The Jacatra Secret ini, mungkin bisa saya tarik kesimpulan, 3/5 bagiannya mengambil setting tokoh-tokohnya dalam posisi duduk atau berdiri, berdiskusi dan bercerita mengenai simbol-simbol, sekte-sekte Mason, Kabbalah, Freemansory dan satu dua sejarah Indonesia dengan meminjam mulut Doktor Grant. Begitu intens, begitu dalam, dan begitu padat (menurut saya…..). Bahkan saking bersemangatnya memaparkan hasil penelitiannya, Grant seolah tak ingat bahwa dia sudah pernah membahas hal yang sama dengan Angelina di beberapa lembar halaman sebelumnya. Dan saking dalamnya penelitian yang dilakukan sebelum menulis novel ini, penulis merasa untuk menekankan satu point telak sebagai kelebihannya dari Dan Brown pada salah satu halaman novelnya (hal 102), yang menurut saya sih…. ga penting-penting amat.

Selain itu ada beberapa bagian yang menurut saya janggal. Dan itu justru bagian yang tak memerlukan penelitian mendalam, tapi sekedar pengetahuan dasar dan logika. Bagian mana ? Tak perlulah saya sebutkan disini… Silahkan saudara-saudara membeli/meminjam dan membaca novel ini sendiri🙂

Di luar hal-hal yang menjadi penilaian khusus saya tentang novel ini, sebagaimana saya sebutkan di atas, bagaimanapun juga rasa hormat dan salut saya berikan pada novel The Jacatra Secret sebagai salah satu novel sejarah yang berani mengambil satu tema tak biasa dalam khazanah pernovelan Indonesa. Tak melulu tentang cinta dan segala kisruh seluk beluknya, tak sekedar cerita fiksi penuh mimpi, namun bertema sejarah, yang membutuhkan waktu untuk menambah pengetahuan, menguji kebenaran dan mengaitkan antar data sebelum menuliskannya dalam jalinan cerita menjadi sebuah novel.

Overall, nilai 6 dari 10 saya berikan untuk novel ini (pendapat pribadi, mohon maklum). Karena membaca buku ini saya tidak merasa membaca novel, tapi justru membaca buku sejarah (kenapa ? baca lagi di bagian atas atas ya….).

Selamat membaca🙂

Resensi lain :

1. THE JACATRA SECRET, Novel Yang Menguak Jejak Freemason Di Indonesia

2. The Jacatra Secret: Menguak Simbol Setan di Ibukota

2 thoughts on “Resensi : The Jacatra Secret

  1. Wah akhirnya menemukan postingan tentang buku ini. Sebelumnya saya baca novel Mas Rizki yang judulnya Codex dan ketagihan akhirnya beli novel Jacatra Secret ini. Dan memang novel ini nggak bisa dibaca sembarang orang, bahkan teman saya nyerah di bab-bab awal karena terlalu banyak istilah yg dia nggak mengerti. Tapi buat saya novel ini 8/10🙂

  2. ini novel bukan sembarang novel bener” keren engga kayak novel percintaan jaman sekarang pengetahuan banget deh sejarah jakarta itu, ada referensi lain ga novel yang bertemakan sejarah ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s