Olala…. Pantai Ulele

Nyaris 1,5 tahun tinggal di Gorontalo, bisa dibilang saya masih belum mengeksplore wilayah Gorontalo dengan maksimal. Di satu sisi, terkendala dengan kegiatan kantor yang cukup memerlukan waktu dan perhatian, di sisi lain kendala dengan kendaraan, mohon maklum.. hehe…

Jadi sewaktu diajak ikut untuk pergi ke Ulele, rasanya sungguh Olala…. Padahal dalam hati bertanya, mau ngapain disana. Hehe… Tidak dinyana ternyata pesonanya sungguh menakjubkan, jadi nyesel belum punya kualifikasi scuba diving. *Padahal renang aja masih gelagepan*.

Taman Laut Olele itu letaknya di Desa Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, jaraknya kurang lebih 20 Km kalau ditempuh dari pusat Kota Gorontalo, alias 90-an kilo kalo dari Kwandang, tempat  saya tinggal. Kalau dari kota Gorontalo, Olele bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan darat dan bakal melewati jalanan berliku di pinggiran bukit dan sekaligus laut. Pemandangannya kontras sekali, di sisi kiri tebing curam, di sisi kanan, laut biru yang luas. Buat yang gampang mabuk, sepertinya harus ekstra sabar kalau mau ke Olele… hehe… *termasuk saya sih*.

Sesampainya di Pantai Olele, awalnya rasa heran, mau ngapain disini… wilayah pasirnya sempit, banyak karang, dan sekilas mirip kampung nelayan biasa. Ternyata pantai Olele baru gerbangnya saja dari Taman Laut Olele. Selanjutnya, kita bisa menggunakan kapal kapal wisata dari masyarakat lokal yang telah dimodifikasi bentuknya untuk menuju lokasi Taman Laut Olele yang sesungguhnya. Harganya terjangkau kok, harga sewa perahu itu sudah termasuk peralatan snorkling, foto sepuasnya di bawah laut sama ongkos duduk di perahu. *ya iyalah*

Sampai di lokasi, pakai peralatan snorkling, dan byur…. nyemplung laut. Langsung mingkem liat pemandangan bawah laut Olele yang bener bener bikin takjub. Keren…. Banyak ikan berseliweran plus terumbu karang yang bertebaran. Pusing pusing mabuk di kendaraan langsung ilang begitu liat ke dalam laut.. Sayang waktu itu saya sepertinya pas lagi banyak ombak, jadi agak ngeri juga rasanya.

Bener – bener speechless….. Saking speechlessnya, mending liat sendiri foto-fotonya ya, daripada saya kebanyakan cerita, hehe…

This slideshow requires JavaScript.

 

 

Hidup adalah perjuangan

Hidup adalah perjuangan..

Entah kita sadari atau tidak, hari demi hari dalam hidup kita pada intinya adalah perjuangan. Yang membedakan adalah, tahukah kita apa yang sedang kita perjuangkan ?

Orang orang yang bekerja, akan berkata, bahwa hari hari dalam hidupnya adalah perjuangan mencari sesuap nasi, untuk dirinya, keluarganya ataupun orang orang yang dikasihinya…

Orang orang yang tak dapat bekerja pun, akan berkata, bahwa hari hari dalam hidupnya adalah perjuangan bertahan hidup hingga esok hari, karena dia tidak tahu dapatkah ia sukses bertahan hidup jika tidak ada makanan yang ia dapatkan hari ini..

Kita berjuang, untuk siapa, demi apa, akan kemana… itulah yang akan memberi makna hari hari dalam hidup kita. Kalaupun kita hanya menjalani hari selayaknya ritual bangun tidur dan sampai tidur lagi, tanpa mampu memaknai apa isi perjuangan kita hari ini, sayang sungguh sayang…. Kita kehilangan makna hidup….

Buatlah suatu tujuan, yang layak diperjuangkan… Maka hidup anda akan berarti…

Potel

Potel.. alias Pot Hotel…

Kosakata gak penting.. haha… iseng aja bikin kosakata baru, setelah beberapa kali liat pot taneman di depan rumah jadi tempat tidur seekor kucing (maaf, saya ga kenal namanya siapa), yang datangnya entah dari mana. Alhasil terkadang penghuni asli pot tersebut (sebut saja Mr. Plant), harus mengalah digeser kesana kemari sama si kucing yang ngulet ngulet cari posisi paling PW buat tidur.

Dan demi toleransi antar makhluk hidup, terpaksa saya meminta Mr. Plant utk bersabar dan menerima kunjungan si kucing. Dengan iming iming saya ga akan lupa kasih minum Mr. Plant tiap pagi dan sore, serta kasih snack khusus tiap minggu.🙂

12107228_10153598472333903_333410983929459139_n

 

Mr. Plant terpaksa mengalah ke pinggir, didusel dusel sama si kucing yg meringkuk nyaman

26 September 2015 – One Year

Satu tahun sudah migrasi ke Kwandang, Gorontalo Utara

Banyak sekali cerita dan pengalaman yang tertoreh disini, mulai dari adaptasi budaya dan adat istiadat setempat yang sedikit banyak berbeda dengan yang pernah saya rasakan di Jawa, kondisi alam yang cukup ekstrim (dah 5 bulan nggak hujan sama sekali euy😥 … ) , sama pengalaman di tempat dinas yang baru dan banyak lagi lainnya.

satu tahun, 12 bulan, 365 hari… dan sudah 7 bulan tidak menjejakkan kaki ke jawa… miss my family so much :’)

Percakapan di suatu sore

Suatu hari saya lagi iseng-iseng ikut kuis via twitter, tugasnya ngetwit foto-foto tempat iconic di Indonesia yang pernah dikunjungi. Tak disangka ada yang mereply twitter itu, seorang adik kelas SMA yang sedang mengejar impiannya di kota Bandung, sebut saja namanya Valid . Valid ini baru saja lulus kuliah dari salah satu univ ternama di Bandung (ga usah sebut nama keknya juga dah pada bisa nebak), mengambil kuliah tentang tata kota. Dan sekarang dirinya ingin pulang bertahun baru di Solo, kota dimana orang tuanya kini tinggal. Sekalian pulang, sekalian ngajakin ketemuan setelah sekian lama ndak ketemu.

Singkat kata, kami pun janjian ketemuan di tempat makanan favorit saya, sebut saja namanya Resto Oh La Vita . Karena masih dalam usaha ngurusin perut, saya minta ketemuan jam 5 (aturan DAAE : di atas jam 7 dilarang makan). Saya datang jam 5 lewat 5, dan Valid sudah datang menunggu di dalam (yang lebih tua ga kasih contoh yang baik). Setelah pesen beberapa makanan,  Breaded Dorry in Sicily Sauce, Chicken Snichtzel, Honey Mustard Salad with Tuna, Pizza BBQ and Sweet Corn ( gimana mo kurus ). Sambil makan, pembicaraan pun berlanjut.

Valid , yang usianya 8 tahun lebih muda dari saya, yang baru saja lulus kuliah, ternyata telah merintis masa depannya sendiri. Tak mau sibuk ngantri di wawancara kerja, kini Valid justru telah merekrut orang untuk bekerja sama dengannya, di bawah naungan Vresco Studio . Bekerja di bidang product and food photography, website designer, company profile dan olah desain, Vresco Studio , merupakan penjabaran dari bidang yang disenangi Valid , fotografi. Percaya atau tidak, untuk mengawali bisnisnya ini, Valid masih menggunakan kamera Nikon D5100, yang itungannya masih kategori untuk pemula. Tapi, sudah berhasil memberinya penghasilan yang cukup. Lihat saja foto-foto hasil jepretannya berikut..

20130424-211148

dsc_0300-copy

Dan sisa sore itu saya belajar bagaimana menjadikan hobi menjadi suatu usaha, dari anak muda yang penuh semangat mengejar impian tanpa peduli cerita kesuksesan semu dari rekan-rekannya. Sukses untuk Valid adalah bahagia hidup di dunia dan di akhirat kelak… Percakapan sore yang penuh inspirasi…